Semburan Baru Muncul

Rabu, 10 Februari 2010

SIDOARJO ­- Musim hujan, semburan baru (bubble) mulai muncul. Utamanya, di kawasan Siring dan Ketapang. Semburan kali ini didominasi gas mudah terbakar. Tapi, semburan tersebut tidak berlangsung lama.

Sedikitnya, sudah ada 153 semburan di sekitar Siring dan Ketapang. Akhir-akhir ini jumlahnya terus bertambah. Jika sebelumnya muncul melalui sumur bor, kali ini semburan timbul melalui rekahan tanah.

Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain membenarkan kondisi tersebut. Dia menjelaskan, tren itu biasa terjadi. Utamanya di musim hujan. Sebab, air di bawah tanah meningkat. "Air itu terdorong tekanan udara hingga menjadi semburan," ucapnya.

Penyebab lainnya, permukaan tanah di sekitar Siring dan Ketapang menurun sehingga gas dalam bumi sangat mudah menekan ke atas. "Dengan begitu, menyembur ke permukaan," ucap Zulkarnain.

Munculnya tren semburan, karena beban di dalam kolam lumpur semakin tinggi. Dengan demikian, gas maupun air di bawahnya tertekan ke segala arah, seperti Siring dan Ketapang.

"Di tempat dengan permukaan rendah itu, gas mudah menekan ke luar, maka, terjadilah semburan baru," ujar Zulkarnain.

Semburan yang muncul di kawasan Siring itu menambah bukti bahwa kawasan itu berbahaya. Pemerintah sudah menetapkan beberapa RT di daerah itu sebagai kawasan tidak layak huni. Bahkan, bantuan sosial sudah dicairkan kepada mereka.

Bantuan itu berupa uang kontrak Rp 2,5 juta, uang boyongan Rp 500.000, dan jatah hidup Rp 300.000 per jiwa. Sebagian warga menyatakan sudah menerima uang itu.

Namun, nasib mereka masih digantung. Sebab, status tanah dan bangunan milik mereka tidak jelas. "Padahal, kami jelas tidak berani menempatinya,'' ujar warga yang enggan disebut namanya. (jawapos/08022010)

0 komentar:

Poskan Komentar